Kalau
biasanya saya pergi ke suatu tempat yang jaraknya jauh, saya mungkin akan
berpikir dua kali untuk pergi atau tidak. Tapi kali ini saya memberanikan diri
untuk melakukan perjalanan ke daerah yang belum pernah saya kunjungi sendiri.
saya memang tidak sendiri, saya di temani oleh Sintya teman sekelas saya di
kampus. Dia berasal dari Pekanbaru dan sama sekali tidak tahu arah jalan
sekitaran daerah sini. Demi mendapatkan nilai yang baik, kami pun pergi ke
Bogor untuk melakukan sebuah wawancara wisata di Kebun Raya Bogor. Bermodalkan
nekat dan uang seadanya itu menjadi pengalaman terbaik kami berdua selama
berada disana.
Pada hari Jumat 8 Desember kemarin
kami melakukan perjalanan ke Bogor dengan informasi yang kami miliki. Sebelum
kami melakukan perjalanan kesana, saya bertanya kepada banyak orang yang saya
kenal agar mendapatkan informasi transportasi apa yang harus kami naiki dan
harga yang dibutuhkan untuk naik
transportasi tersebut. Saya termasuk orang yang suka ngaret karna suatu dan lain hal sehingga kami terlalu siang untuk
berangkat. Awalnya kami akan menunggu Bis ¾ bernasa bis Pusaka. Dari informasi
yang saya dapatkan, kami hanya perlu membayar ongkos sebesar sepuluh ribu dari
Tangerang menuju Bogor. Setelah menunuggu agak lama dibawah jembatan
penyebarangan, tibalah bis yang kami maksud namun nama bis tersebut bukan bis
pusaka tapi arah dan tujuannya sama dengan tujuan Tangerang-Parung-Bogor.kami
pun naik bis tersebut dengan banyak berdoa dalam hati agar kami terus dalam
perlindungan tangan Tuhan. Mengingat saya orang yang sama sekali tidak tahu
jalan-jalan jauh dan teman saya perantauan dari Pekan baru yang sama sekali
buta dengan arah jalan. Belum sampai semenit, kami langsung dimintai ongkos bis
oleh kondekturnya. Di dalam bis tersebut hanya ada 1 supir beserta temannya 2
orang, 1 kondektur dan 1 penumpak bapak-bapak dibelakangan kami. Saat dimintai
ongkos, kami sempat terkejut karna uang yang kami harus keluarkan 50 ribu untuk
2 orang. Sebelumnya kami dengar dia minta uang 10 ribu untuk ongkosnya.
Ternyata kami salah dengar. Dia bilang ongkosnya 50 ribu dan kami pun tertegun
sesaat saat itu. Karna saya merasa mereka ingin membodohi kami saat itu, saya
langsung minta untuk di turunkan di tengah jalan. Saya dan teman saya mulai
panik tapi saya berusaha bersikap tenang, lalu saya minta diturunkan di tengah
jalan. Akhirnya kami pun diturunkan dan kami pun menunggu untuk mendapatkan bis
yang lain. mengingat waktu semakin siang dan perjalanan kami masih jauh, kami
pun beralih untuk naik KRL menuju ke Bogor. Kami memesan ojek online mobil
untuk mengantar kami sampai ke stasiun Rawa Buntu.
Beruntungnya kami bertemu dengan
seorang pengemudi yang dulunya banyak mempunyai pengalaman dibidang media
massa. Sepanjang jalan menuju Stasiun Rawa Buntu, beliau banyak bercerita
mengenai suka dukanya bekerja di bidan media massa. Mungkin ini yang
dinamamakan jodoh. Karna kalau kami sampai tetap nekat untuk naik bis, kami
tidak akan dipertemukan oleh bapak pengemudi ojek online ini. Tak terasa kami
pun akhirnya sampai di Stasiun Rawa Buntu dan membeli tiket pulang pergi
Tangerang – Bogor – Tangerang dan kami hanya perlu membayar ongkos 16 ribu
saja. lebih murah dibanding kalau kami naik bis sebelumnya.
Banyak nya stasiun yang harus kami
lewati, turun di Stasiun Tanah Abang dan berpindah kereta menuju Stasiun Bogor.
Kurang lebih perjalanan kami hingga sampai di sana sekitar 2 jam kurang. Tiba
di Stasiun Bogor sekitar jam setengah empat sore. Lagi-lagi kami diberikan
kamudahan. untuk sampai ke Kebun Raya Bogor kami memesan Ojek Online dan itu
gratis karna kami memiliki voucher dari aplikasi ojek online tersebut.
Sampailah
kami di Kebun Raya Bogor, sayangnya kami sudah kesorean untuk sampai disana
jadi kami tidak bisa berlama-lama berada disana. Kami memanfaatkan waktu yang
ada untuk melihat sekitar kebun raya bogor dan melakukan beberapa wawancara
pada wisatawan yang berada di tempat itu. Tak lupa kami juga mewawancarai salah
satu karyawan bagian informasi yang dapat menjelasan singkat tentang kawasan
kebun raya bogor dan sejarah yang ada di dalam kawasan tersebut.
Setelah kami rasa sudah mulai sore,
akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Tangerang. Uang yang kami pegang
tidak begitu banyak, beruntungnya saya membawa bekal yang disiapkan oleh mama
saya dirumah dan sebelum kami kembali ke stasiun bogor kami makan terlebih
dahulu sambil menikmati suasana senja yang sejuk dan tidak ada polusi udara
yang kotor di pinggir jalan kawasan kebun raya itu. Setelah itu kami memesan
ojek online dan senangnya kami tidak perlu bayar karna voucher dari aplikasi
itu masih ada.
Perjalanan dari stasiun bogor sampai
tangerang memang perjalanan yang cukup jauh dan kami sangat menikmati
perjalanan kami kali ini. Berbekal pengetahuan yang kami punyai, hampir saja di
tipu oleh angkutan bis, di pertemukan oleh seorang bapak yang mempunyai banyak
pengalaman, hingga mendapat voucher gratis dari ojek online, itu semua adalah
pengalama yang sangat menyenangkan namun juga melelahkan bagi saya dan teman
saya.
Namun saya dan teman saya merasa
info yang kita dapat tidak terlalu banyak, sehingga kami memutuskan untuk
datang lagi kembali ke Bogor. Kami datang lagi ke Bogor pada hari Senin dan
belajar dari pengalaman yang sebelumnya, kami pergi lebih pagi untuk dapat
sampai kesana awal. Kali ini kami pergi dengan membawa motor dan menitipkan motor
di parkiran stastiun lalu kami melanjutkan perjalanan ke bogor. Agar uang yang
kami keluarkan tidak terlalu banyak. Maklum saja, kami berdua adalah perempuan
yang selalu memperhitungkan bagaimana caranya agar tetap irit dan tidak banyak
melakukan pemborosan. Ongkos untuk pulang pergi masih sama 16 ribu dan sampai
di stasiun bogor. Kami pergi hari senin pagi dan kami harus merasakan
desak-desakan dengan penumpang lainnya yang ingin berangkat kerja. Dari rumah
sudah berdandan cantik, hingga tiba di dalam kereta, semuanya luntur dan wajah
kami lusu. Tapi kami tetap bersemangat untuk pergi kesana.
Tiba nya kami disana, kami pun
memesan ojek online seperti kemarin dan lagi-lagi itu masih gratis. Betapa
beruntungnya kami. Setibanya disana, kami langsung membeli tiket untuk masuk ke
dalam kebun raya bogor. Oh iya, saya hampir lupa untuk menjelaskan harga tiket
untuk wisatawan lokal 14 ribu dan untuk wisatawan asing 25 ribu. Fasilitas yang
di sediakan disana seperti penyewaan sepeda 15 ribu, dan sewa mobil 25ribu.
Mobilnya berbentuk seperti mobil taman.
Hujan pun tak dapat di bendung, kami
tetap melakukan perjalanan dengan di temani rintikan hujan dan melakukan
beberapa wawancara ulang dengan wisatawan yang ada pada saat itu. Beruntungnya
kami mendapat beberapa pengalaman baru. Saya memberanikan diri untuk
mewawancara wali guru yang sedang melakukan study tour di tempat itu. Kawasan
kebun raya bogor bukan hanyak untuk tujuan wisata saja, namun sejarah yang ada
didalamnya dan beberapa penelitian tumbuhdan dan hewan ada disitu. Kebun Raya
Bogor yang awalnya tempat penelitian dijadikan tempat wisata namun juga tetap
digunakan untuk penelitian tumbuhan-tumbuhan yang ada di Indonesia. Kebun Raya
Bogor yang awalnya di kuasai oleh orang Belanda, kini dibawah pemerintahan Indonesia
dan dalam pengawasan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsia)
Kami
menyusuri tiap jalan dengan perasaan bahagia dan tentunya dengan wajah yang
lusuh karna harus hujan-hujanan ditengah perjalanan. Udara disana sangat sejuk,
dapat menyejukkan pikiran dan hati. Oh iya, disana saya bertemu dengan
kakek tua sedang duduk di dekat jualan
eskim gerobak dengan dilindungi oleh tenda berukuran kecil. Harga eskrimnya
sangat murah hanya 3 ribu untuk satu eskrim. kakek Encu Samsu namanya. Hampir
30 tahun lamanya kakek Encu Samsu berjualan es krim dalam kebun raya bogor ini.
Dengan semangat kakek ini berjualan meski sedang turun hujan. Dengan tenda
berukuran kecil kakek Encu menunggu dangannya. Saya dan teman saya mampir untuk
untuk sekedar bercerita dengan beliau. Tidak lama dari tempat kakek itu, kami
pun melanjutkan perjalanan kami untuk pulang ke Tangerang. Namun sebelum itu,
perut kami sudah kelaparan sejak siang tadi dan kami pun mencari tempat makan
yang dapat menghangatkan tubuh dan memulihkan tenaga juga pastinya. Kami
melihat penjual baso yang terlihat sangat enak dan akhirnya kami pun makan dulu
disana.
Setelah itu kami kembali ke stasiun
Bogor tidak lupa untuk memesan ojek online gratis lagi hehe. Tibalah kami di
Tangerang dengan selamat dan dengan perasaan puas dan bahagia. Itu menjadi
pengalaman seru untuk saya pribadi. Disana saya dapat merasakan ketenangan,
udara yang sejuk, seketika saya melupakan masalah-masalah yang sedang
memberatkan saya. Itu akan menjadi tempat favorite saat saya menghadapi banyak
tekanan saya dapat merilekskan perasaan saya kembali. Untuk kalian yang butuh
ketenangan hati dan pikiran, butuh udara segar karna padatnya aktifitas yang
sedang di alami. Saya sarankan kalian untuk datang ke Kebun Raya Bogor. Disini
kalian bisa memenangkan hati jiwa dan pikiran kalian. Tidak hanya itu, kalian
juga dapat banyak pengalama seru. Pengalaman manis di kota hujan, saya merasa
sedang di hujani oleh berkat dari Tuhan.
Sudah sepatutnya kita bersyukur
karna Tuhan menempatkan kita di Indonesia yang mempunyai iklim yang sangat
bagus. Rekreasi tidak hanya tentang jalan-jalan di Mall, ke kota-kota besar,
atau bahkan ke Luar Negeri. Wisatawan asing saja bahkan memilih Indonesia
menjadi salah satu tempat wisata mereka dan kita sebagai warga Indonesia asli
seharus nya dapat lebih bangga dan mempromosinya alam Indonesia menjadi tempat
yang paling baik untuk di kunjungi. Indonesia sendiri mempunyai banyak tempat
yang indah dan patut untuk di kunjungi. Selain harga yang terjangkau oleh
kantong kita, tempat-tempat seperti ini juga bisa menjadi pengalaman tersendiri
bagi kita. Namun kita juga tetap harus menjaga lingkungan tersebut agar
terhindar dari sampah dan polusi yang dapat merusak alam yang masih segar ini.
Saat kita dapat menjaga alam, alam akan juga akan menjaga kita. Cintai alam
Indonesia, sama seperti mencintai diri sendiri.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar