Selasa, 19 Desember 2017

Kota Hujan Kota Penuh Kenangan

Kalau biasanya saya pergi ke suatu tempat yang jaraknya jauh, saya mungkin akan berpikir dua kali untuk pergi atau tidak. Tapi kali ini saya memberanikan diri untuk melakukan perjalanan ke daerah yang belum pernah saya kunjungi sendiri. saya memang tidak sendiri, saya di temani oleh Sintya teman sekelas saya di kampus. Dia berasal dari Pekanbaru dan sama sekali tidak tahu arah jalan sekitaran daerah sini. Demi mendapatkan nilai yang baik, kami pun pergi ke Bogor untuk melakukan sebuah wawancara wisata di Kebun Raya Bogor. Bermodalkan nekat dan uang seadanya itu menjadi pengalaman terbaik kami berdua selama berada disana.
            Pada hari Jumat 8 Desember kemarin kami melakukan perjalanan ke Bogor dengan informasi yang kami miliki. Sebelum kami melakukan perjalanan kesana, saya bertanya kepada banyak orang yang saya kenal agar mendapatkan informasi transportasi apa yang harus kami naiki dan harga yang dibutuhkan untuk  naik transportasi tersebut. Saya termasuk orang yang suka ngaret karna suatu dan lain hal sehingga kami terlalu siang untuk berangkat. Awalnya kami akan menunggu Bis ¾ bernasa bis Pusaka. Dari informasi yang saya dapatkan, kami hanya perlu membayar ongkos sebesar sepuluh ribu dari Tangerang menuju Bogor. Setelah menunuggu agak lama dibawah jembatan penyebarangan, tibalah bis yang kami maksud namun nama bis tersebut bukan bis pusaka tapi arah dan tujuannya sama dengan tujuan Tangerang-Parung-Bogor.kami pun naik bis tersebut dengan banyak berdoa dalam hati agar kami terus dalam perlindungan tangan Tuhan. Mengingat saya orang yang sama sekali tidak tahu jalan-jalan jauh dan teman saya perantauan dari Pekan baru yang sama sekali buta dengan arah jalan. Belum sampai semenit, kami langsung dimintai ongkos bis oleh kondekturnya. Di dalam bis tersebut hanya ada 1 supir beserta temannya 2 orang, 1 kondektur dan 1 penumpak bapak-bapak dibelakangan kami. Saat dimintai ongkos, kami sempat terkejut karna uang yang kami harus keluarkan 50 ribu untuk 2 orang. Sebelumnya kami dengar dia minta uang 10 ribu untuk ongkosnya. Ternyata kami salah dengar. Dia bilang ongkosnya 50 ribu dan kami pun tertegun sesaat saat itu. Karna saya merasa mereka ingin membodohi kami saat itu, saya langsung minta untuk di turunkan di tengah jalan. Saya dan teman saya mulai panik tapi saya berusaha bersikap tenang, lalu saya minta diturunkan di tengah jalan. Akhirnya kami pun diturunkan dan kami pun menunggu untuk mendapatkan bis yang lain. mengingat waktu semakin siang dan perjalanan kami masih jauh, kami pun beralih untuk naik KRL menuju ke Bogor. Kami memesan ojek online mobil untuk mengantar kami sampai ke stasiun Rawa Buntu.
            Beruntungnya kami bertemu dengan seorang pengemudi yang dulunya banyak mempunyai pengalaman dibidang media massa. Sepanjang jalan menuju Stasiun Rawa Buntu, beliau banyak bercerita mengenai suka dukanya bekerja di bidan media massa. Mungkin ini yang dinamamakan jodoh. Karna kalau kami sampai tetap nekat untuk naik bis, kami tidak akan dipertemukan oleh bapak pengemudi ojek online ini. Tak terasa kami pun akhirnya sampai di Stasiun Rawa Buntu dan membeli tiket pulang pergi Tangerang – Bogor – Tangerang dan kami hanya perlu membayar ongkos 16 ribu saja. lebih murah dibanding kalau kami naik bis sebelumnya.
            Banyak nya stasiun yang harus kami lewati, turun di Stasiun Tanah Abang dan berpindah kereta menuju Stasiun Bogor. Kurang lebih perjalanan kami hingga sampai di sana sekitar 2 jam kurang. Tiba di Stasiun Bogor sekitar jam setengah empat sore. Lagi-lagi kami diberikan kamudahan. untuk sampai ke Kebun Raya Bogor kami memesan Ojek Online dan itu gratis karna kami memiliki voucher dari aplikasi ojek online tersebut.
Sampailah kami di Kebun Raya Bogor, sayangnya kami sudah kesorean untuk sampai disana jadi kami tidak bisa berlama-lama berada disana. Kami memanfaatkan waktu yang ada untuk melihat sekitar kebun raya bogor dan melakukan beberapa wawancara pada wisatawan yang berada di tempat itu. Tak lupa kami juga mewawancarai salah satu karyawan bagian informasi yang dapat menjelasan singkat tentang kawasan kebun raya bogor dan sejarah yang ada di dalam kawasan tersebut.

            Setelah kami rasa sudah mulai sore, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Tangerang. Uang yang kami pegang tidak begitu banyak, beruntungnya saya membawa bekal yang disiapkan oleh mama saya dirumah dan sebelum kami kembali ke stasiun bogor kami makan terlebih dahulu sambil menikmati suasana senja yang sejuk dan tidak ada polusi udara yang kotor di pinggir jalan kawasan kebun raya itu. Setelah itu kami memesan ojek online dan senangnya kami tidak perlu bayar karna voucher dari aplikasi itu masih ada.
            Perjalanan dari stasiun bogor sampai tangerang memang perjalanan yang cukup jauh dan kami sangat menikmati perjalanan kami kali ini. Berbekal pengetahuan yang kami punyai, hampir saja di tipu oleh angkutan bis, di pertemukan oleh seorang bapak yang mempunyai banyak pengalaman, hingga mendapat voucher gratis dari ojek online, itu semua adalah pengalama yang sangat menyenangkan namun juga melelahkan bagi saya dan teman saya.
            Namun saya dan teman saya merasa info yang kita dapat tidak terlalu banyak, sehingga kami memutuskan untuk datang lagi kembali ke Bogor. Kami datang lagi ke Bogor pada hari Senin dan belajar dari pengalaman yang sebelumnya, kami pergi lebih pagi untuk dapat sampai kesana awal. Kali ini kami pergi dengan membawa motor dan menitipkan motor di parkiran stastiun lalu kami melanjutkan perjalanan ke bogor. Agar uang yang kami keluarkan tidak terlalu banyak. Maklum saja, kami berdua adalah perempuan yang selalu memperhitungkan bagaimana caranya agar tetap irit dan tidak banyak melakukan pemborosan. Ongkos untuk pulang pergi masih sama 16 ribu dan sampai di stasiun bogor. Kami pergi hari senin pagi dan kami harus merasakan desak-desakan dengan penumpang lainnya yang ingin berangkat kerja. Dari rumah sudah berdandan cantik, hingga tiba di dalam kereta, semuanya luntur dan wajah kami lusu. Tapi kami tetap bersemangat untuk pergi kesana.
            Tiba nya kami disana, kami pun memesan ojek online seperti kemarin dan lagi-lagi itu masih gratis. Betapa beruntungnya kami. Setibanya disana, kami langsung membeli tiket untuk masuk ke dalam kebun raya bogor. Oh iya, saya hampir lupa untuk menjelaskan harga tiket untuk wisatawan lokal 14 ribu dan untuk wisatawan asing 25 ribu. Fasilitas yang di sediakan disana seperti penyewaan sepeda 15 ribu, dan sewa mobil 25ribu. Mobilnya berbentuk seperti mobil taman.

            Hujan pun tak dapat di bendung, kami tetap melakukan perjalanan dengan di temani rintikan hujan dan melakukan beberapa wawancara ulang dengan wisatawan yang ada pada saat itu. Beruntungnya kami mendapat beberapa pengalaman baru. Saya memberanikan diri untuk mewawancara wali guru yang sedang melakukan study tour di tempat itu. Kawasan kebun raya bogor bukan hanyak untuk tujuan wisata saja, namun sejarah yang ada didalamnya dan beberapa penelitian tumbuhdan dan hewan ada disitu. Kebun Raya Bogor yang awalnya tempat penelitian dijadikan tempat wisata namun juga tetap digunakan untuk penelitian tumbuhan-tumbuhan yang ada di Indonesia. Kebun Raya Bogor yang awalnya di kuasai oleh orang Belanda, kini dibawah pemerintahan Indonesia dan dalam pengawasan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsia)
Kami menyusuri tiap jalan dengan perasaan bahagia dan tentunya dengan wajah yang lusuh karna harus hujan-hujanan ditengah perjalanan. Udara disana sangat sejuk, dapat menyejukkan pikiran dan hati. Oh iya, disana saya bertemu dengan kakek  tua sedang duduk di dekat jualan eskim gerobak dengan dilindungi oleh tenda berukuran kecil. Harga eskrimnya sangat murah hanya 3 ribu untuk satu eskrim. kakek Encu Samsu namanya. Hampir 30 tahun lamanya kakek Encu Samsu berjualan es krim dalam kebun raya bogor ini. Dengan semangat kakek ini berjualan meski sedang turun hujan. Dengan tenda berukuran kecil kakek Encu menunggu dangannya. Saya dan teman saya mampir untuk untuk sekedar bercerita dengan beliau. Tidak lama dari tempat kakek itu, kami pun melanjutkan perjalanan kami untuk pulang ke Tangerang. Namun sebelum itu, perut kami sudah kelaparan sejak siang tadi dan kami pun mencari tempat makan yang dapat menghangatkan tubuh dan memulihkan tenaga juga pastinya. Kami melihat penjual baso yang terlihat sangat enak dan akhirnya kami pun makan dulu disana.
            Setelah itu kami kembali ke stasiun Bogor tidak lupa untuk memesan ojek online gratis lagi hehe. Tibalah kami di Tangerang dengan selamat dan dengan perasaan puas dan bahagia. Itu menjadi pengalaman seru untuk saya pribadi. Disana saya dapat merasakan ketenangan, udara yang sejuk, seketika saya melupakan masalah-masalah yang sedang memberatkan saya. Itu akan menjadi tempat favorite saat saya menghadapi banyak tekanan saya dapat merilekskan perasaan saya kembali. Untuk kalian yang butuh ketenangan hati dan pikiran, butuh udara segar karna padatnya aktifitas yang sedang di alami. Saya sarankan kalian untuk datang ke Kebun Raya Bogor. Disini kalian bisa memenangkan hati jiwa dan pikiran kalian. Tidak hanya itu, kalian juga dapat banyak pengalama seru. Pengalaman manis di kota hujan, saya merasa sedang di hujani oleh berkat dari Tuhan.

    Sudah sepatutnya kita bersyukur karna Tuhan menempatkan kita di Indonesia yang mempunyai iklim yang sangat bagus. Rekreasi tidak hanya tentang jalan-jalan di Mall, ke kota-kota besar, atau bahkan ke Luar Negeri. Wisatawan asing saja bahkan memilih Indonesia menjadi salah satu tempat wisata mereka dan kita sebagai warga Indonesia asli seharus nya dapat lebih bangga dan mempromosinya alam Indonesia menjadi tempat yang paling baik untuk di kunjungi. Indonesia sendiri mempunyai banyak tempat yang indah dan patut untuk di kunjungi. Selain harga yang terjangkau oleh kantong kita, tempat-tempat seperti ini juga bisa menjadi pengalaman tersendiri bagi kita. Namun kita juga tetap harus menjaga lingkungan tersebut agar terhindar dari sampah dan polusi yang dapat merusak alam yang masih segar ini. Saat kita dapat menjaga alam, alam akan juga akan menjaga kita. Cintai alam Indonesia, sama seperti mencintai diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kota Hujan Kota Penuh Kenangan

Kalau biasanya saya pergi ke suatu tempat yang jaraknya jauh, saya mungkin akan berpikir dua kali untuk pergi atau tidak. Tapi kali ini say...